Saturday, 8 November 2008

Pria Panas Rokok

Aku benci kau

diam.

Tetap duduk di lantai

dekat dinding.

Sambil terus

merokok dingin

Tak acuh

Tak menatapku.

Indehoi dengan asap

Yang senaknya terbang hilang.

Kenapa tak kau

sapa api

yang menjadikanmu

pria panas

rokok.



No comments: